Doa Sebelum Tidur
Inilah bacaan-bacaan doa sebelum tidur yang bisa
kita amalkan. Simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini.
Daftar Isi
sembunyikan
1. Bacaan-bacaan doa sebelum tidur
1.1. Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan
An-Nas (masing-masing 3 kali)
1.2. Membaca ayat Kursi (1 kali)
1.3. Membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah
(1 Kali)
1.4. Membaca surah Al-Kafirun (1 kali)
1.5. Membaca surah Al-Isra dan Az-Zumar (1 kali)
1.6. Membaca doa (1 kali)
1.7. Membaca doa (1 kali)
1.8. Membaca doa (1 kali)
1.9. Membaca tasbih, tahmid, dan takbir
(masing-masing 3 kali)
1.10. Membaca doa (1 kali)
1.11. Membaca doa (1 kali)
1.12. Membaca doa (1 kali)
1.13. Membaca doa (1 kali)
1.14. Membaca doa (1 kali)
1.15. Membaca doa (1 kali)
2. Apakah harus semua dibaca?
Di antara nikmat yang Allah ‘Azza Wajalla
turunkan untuk seorang hamba adalah tidur. Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ
لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari
karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum: 23)
Dalam ayat yang lain, Allah ‘Azza Wajalla juga berfirman,
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ
لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai)
pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun
berusaha.” (QS. Al-Furqan: 47)
Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu menjelaskan,
من رحمته بكم ولطفه أن جعل الليل لكم بمنزلة
اللباس الذي يغشاكم، حتى تستقروا فيه وتهدؤوا بالنوم وتسبت حركاتكم
“Di antara rahmat Allah adalah Dia menjadikan
malam sebagaimana pakaian yang kalian kenakan yang bisa menutupi diri kalian.
Sehingga kalian dengan hikmat bisa merehatkan diri dengan tidur.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 584)
Oleh karenanya, tidak selayaknya seorang
muslim menjadikan tidur sebagai sekedar rutinitas belaka. Ia bisa mengisinya
dengan banyak ketaatan sebelum tidur sebagai bukti bahwa seluruh lini hidupnya
adalah menghamba kepada Allah ‘Azza Wajalla.
Bacaan-bacaan doa sebelum tidur
Di antara yang diajarkan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallama ketika seorang muslim beranjak tidur adalah (kami
sarikan dari tulisan di islamqa.info):
Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
(masing-masing 3 kali)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
أَنَّ النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ
لَيْلَةٍ : جَمَعَ كَفَّيْهِ ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا ، فَقَرَأَ فِيهِمَا : قُلْ
هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، وَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ، وَ قُلْ أَعُوذُ
بِرَبِّ النَّاسِ ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ ،
يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ ،
يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika hendak tidur di malam
hari, beliau menangkupkan kedua telapak tangannya dan meniupnya sembari membaca
Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Kemudian mengusapkan ke bagian tubuh yang
dapat dijangkaunya mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau
melakukannya sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)
Membaca ayat Kursi (1 kali)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِي آتٍ ، فَجَعَلَ
يَحْثُو مِنْ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ : لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَذَكَرَ الْحَدِيثَ – فَقَالَ : إِذَا أَوَيْتَ
إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ ، لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ
اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ
شَيْطَانٌ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama menugaskanku untuk menjaga
zakat Ramadan. Kemudian ada seorang penyusup yang ingin mencuri makanan. Aku
pun menangkapnya dan mengatakan, ‘Aku benar-benar akan menyerahkanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama.’ (Kemudian perawi menceritakan
hadis yang cukup panjang). Penyusup tadi mengatakan, ‘Jika engkau hendak berbaring, maka bacalah
ayat Kursi, dengan demikian engkau akan senantiasa dijaga Allah dan tidak
didekati setan hingga pagi hari.’ (Mendengar hal tersebut) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda, ‘Ia telah jujur kepadamu, meski sebenarnya ia
adalah seorang pendusta, itu tadi setan.’” (HR. Bukhari no. 2311)
Membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah (1 Kali)
Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ
الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir
surah Al-Baqarah di malam hari, maka hal tersebut mencukupinya.” (HR. Bukhari no. 2311)
Yakni, Allah akan menjaga orang yang
mengamalkannya di malam itu.
Membaca surah Al-Kafirun (1 kali)
Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,
اقْرأ : ( قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ ) ثُمَّ
نَمْ على خاتِمَتِها ، فإنَّها بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ
“Bacalah surah Al-Kafirun, kemudian tidurlah,
maka hal tersebut akan menjadi sebab terjaga dari kesyirikan.” (HR. Abu Dawud no. 5055 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu
dalam Nataaij Al-Afkaar, 3: 61)
Membaca surah Al-Isra dan Az-Zumar (1 kali)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيهِ
وَسَلَّمَ لا يَنَامُ حَتَّى يَقرَأَ بَنِي إِسرَائِيلَ وَالزُّمَر
“Bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama tidaklah beranjak tidur,
kecuali setelah membaca Al-Isra dan Az-Zumar.” (HR. At-Tirnidzi no. 3402 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu
dalam Nataaij Al-Afkaar, 3: 65)
Membaca doa (1 kali)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
كانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ إذَا
أرَادَ أنْ يَنَامَ قالَ: باسْمِكَ اللَّهُمَّ أمُوتُ وأَحْيَا
“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika beranjak tidur, beliau
meletakkan tangannya di bawah pipinya kemudian membaca,
باسْمِكَ اللَّهُمَّ أمُوتُ وأَحْيَا
Bismikallahumma amuutu wa ahyaa
(Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan hidup).” (HR. Bukhari no. 6324)
Membaca doa (1 kali)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Bara
bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ
وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ
: اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ : وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ،
وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ
وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي
أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ . فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ
فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِه
“Jika kalian hendak tidur, maka berwudulah
sebagaimana wudu untuk salat. Kemudian berbaringlah ke arah kanan dan berdoa
dengan,
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ :
وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً
إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ
آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Allahumma aslamtu wajhii ilaik. Wa fawwadhtu
amrii ilaik. Wa alja’tu dzahrii ilaik. Raghbatan wa rahbatan ilaik. La malja’a walaa manjaa minka illa ilaik. Allahumma
aamantu bi kitaabika alladzii anzalta, wa bi nabiyyika alladzii arsalta
(Ya Allah, aku berserah diri kepadamu,
kupasrahkan semua urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan diriku kepada-Mu,
dengan harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat
menyelematkan diri dari siksa-Mu, melainkan dengan berjalan menuju-Mu. Ya
Allah, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan kepada Nabi yang Engkau
utus.)
Jika kalian meninggal di malam itu, maka
sungguh kalian meninggal dalam keadaan lurus. Dan jadikanlah doa ini sebagai
akhir ucapanmu di hari itu.” (HR. Bukhari no. 6311 dan Muslim no. 2710)
Membaca doa (1 kali)
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama juga mengajarkan sebuah doa
yang hendaknya dibaca menjelang tidur,
بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي ، وَبِكَ
أَرْفَعُهُ ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا
فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Bismika Rabbi wadha’tu janbi. Wa bika arfa’uh. In amsakta nafsii farhamha wa in arsaltaha
fahfadzha bimaa tahfadzu bihi ibaadakas shaalihin
“(Ya Allah, dengan nama-Mu aku
meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu aku bangun darinya. Jika Engkau
menahan ruhku, berilah rahmat kepadanya. Dan jika Engkau melepasnya, maka
peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang saleh).” (HR. Bukhari no. 6320 dan Muslim no. 2714)
Membaca tasbih, tahmid, dan takbir
(masing-masing 3 kali)
Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang
diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, tatkala Fathimah radhiyallahu ‘anha datang kepada Nabi meminta seorang
pelayan, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama menjawab,
أَلَا أُخْبِرُكِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْهُ ،
تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عِنْدَ مَنَامِكِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتَحْمَدِينَ
اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَتُكَبِّرِينَ اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ
“Maukah kuberitahukan hal yang lebih baik dari
permintaanmu itu? Bacalah tasbih sebelum tidur sebanyak 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali.” (HR. Bukhari no. 5362 dan Muslim no. 2727)
Membaca doa (1 kali)
Hafshah radhiyallahu ‘anha menceritakan,
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ
إِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْقُدَ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى تَحْتَ خَدِّهِ ثُمَّ
يَقُولُ : ( اللَّهُمَّ قِنِى عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ ) ثَلاَثَ
مِرَارٍ
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama ketika menjelang tidur beliau
meletakkan tangan kanan di bawah wajah beliau sembari mengucapkan,
اللَّهُمَّ قِنِى عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ
عِبَادَكَ
Allahumma qinii adzaabaka yauma tab’atsu ibaadak
(Ya Allah, jagalah aku dari siksa-Mu di hari
di mana kelak Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu.)” (HR. Abu Dawud no. 5045 dan disahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Baari,
11: 119)
Membaca doa (1 kali)
Diceritakan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama ketika hendak berbaring di
tempat tidur beliau membaca,
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا
وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا فَكَمْ مِمَّنْ لَا كَافِيَ لَهُ وَلَا مُؤْوِيَ
Alhamdulillahi alladzii athamana wa saqaana wa
kafaanaa wa aawaanaa fakam mimman laa kaafiya lahu walaa mu’wiya
“Segala pujian hanya untuk Allah, Zat yang
memberikan makan dan minum, serta mencukupi kebutuhan dan perlindungan kepada
kami, betapa banyak orang yang tidak memiliki kecukupan dan perlindungan.” (HR. Muslim no. 2715)
Membaca doa (1 kali)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya menyarankan kepada seorang laki-laki ketika hendak
tidur agar membaca,
اللَّهُمَّ خَلَقْتَ نَفْسِي وَأَنْتَ
تَوَفَّاهَا ، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا ، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا ،
وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ
Allahumma khalaqta nafsii wa anta tawaffahaa,
laka mamaatuha wa mahyaaha, in ahyaitaha fahfadhza wa in amattahaa faghfir
lahaa, allahumma inni as’aluka al-aafiyah
(Ya Allah, Engkaulah Zat yang menciptakan
diriku dan yang mematikannya. Matiku dan hidupku hanya untuk-Mu. Jika Engkau
menghidupkan diriku, maka jagalah. Dan jika Engkau mematikannya, maka
ampunilah. Ya Allah, aku memohon keselamatan kepada-Mu) (HR. Muslim no. 2712)
Membaca doa (1 kali)
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama sebelum beranjak tidur juga
kadangkala membaca doa,
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ وَرَبَّ
الْأَرْضِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ ،
فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى ، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ
وَالْفُرْقَانِ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ
بِنَاصِيَتِهِ ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ ،
وَأَنْتَ الْآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ
فَوْقَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُونَكَ شَيْءٌ ، اقْضِ عَنَّا
الدَّيْنَ ، وَأَغْنِنَا مِنْ الْفَقْرِ
Allahumma rabbas samaawaati wa rabbal ardhi wa
rabbal arsyil adziim. Rabbanaa wa rabba kulli syai’in. Faaliqal habbi wan nawaa. Wa munzilat
taurati wal injiili wal furqaani. Audzu bika min syarri kulli syaiin anta
aakhidun binaashiyatih. Allahumma antal awwalu falaisa qablaka syaiun. Wa antal
aakhiru falaisa ba’daka syaiun. Wa antadz dzaahiru falaisa fauqaka syaiun. Wa antal
baathinu falaisa duunaka syaiun. Iqdhi ‘annaddaina wa aghinaa minal faqr
(Ya Allah, Rabb langit yang tujuh dan Rabb ‘arsy yang agung. Rabb kami dan Rabbnya segala
sesuatu. Yang membelah biji-bijian dan biji kurma. Yang menurunkan Taurat,
Injil, dan Al-Qur`an. Aku berlindung kepada-Mu dari semua kejahatan. Engkaulah
Yang memegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah Yang Awal, maka tidak ada
sesuatu pun yang sebelum-Mu. Dan Engkaulah Yang Akhir, yang tidak ada sesuatu
pun setelah-Mu. Dan Engkaulah Yang Zhahir (Maha Tinggi), maka tidak ada sesuatu
pun yang ada di atas-Mu. Dan Engkaulah Yang Bathin (Maha Dekat), maka tidak ada
sesuatu pun yang lebih dekat daripada-Mu. (Ya Tuhanku), lunasilah utang kami
dan cukupilah kami dari kemiskinan.) (HR. Muslim no. 2713)
Membaca doa (1 kali)
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengajarkan doa yang diajarkan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallama ketika beranjak tidur,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِوَجْهِكَ
الْكَرِيمِ وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ
، اللَّهُمَّ أَنْتَ تَكْشِفُ الْمَغْرَمَ وَالْمَأْثَمَ ، اللَّهُمَّ لَا
يُهْزَمُ جُنْدُكَ ، وَلَا يُخْلَفُ وَعْدُكَ ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ
مِنْكَ الْجَدُّ ، سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ
Allahumma inni audzu bi wajhikal kariimi wa
kalimatika at taamati in syarri maa anta aakhidun binaashiyatih. Allahumma anta
taksyifu al maghrama wal ma’tsama. Allahumma laa yuhzamu junduk. Walaa yukhlafu wa’duk. Walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu. Subhaanaka
wabihamdik
(Ya Allah, aku berlindung dengan wajah-Mu yang
mulia, dan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dari keburukan apa saja yang Engkau
menguasai ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah Yang Maha menyingkap utang dan
dosa. Ya Allah, yang tentara-Mu tidak terkalahkan, dan janji-Mu tidak
diingkari, dan tidak bermanfaat disisi-Mu kekayaan karena kekayaan itu berasal
dari-Mu. Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu.)
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam
Sunan Abu Dawud no. 5052 dan disahihkan oleh An-Nawawi dalam Al-Adzkar hal. 111 dan Ibnu Hajar dalam Nataaij Al-Afkar 2: 384.
Membaca doa (1 kali)
Doa lain yang diajarkan oleh Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallama menjelang tidur adalah sebagaimana diriwayatkan oleh
Abul Azhar al Anmaary radhiyallahu ‘anhu,
بِسْمِ اللَّهِ وَضَعْتُ جَنْبِي ، اللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِي ذَنْبِي ، وَأَخْسِئْ شَيْطَانِي ، وَفُكَّ رِهَانِي ، وَاجْعَلْنِي
فِي النَّدِيِّ الْأَعْلَى
Bismillahi wadha’tu janbii. Allahumma ighfir lii dzanbii. Wa
akhsi’ syaithaani. Wa fukka
rihaani. Waj’alnii fin nadiyy al a’laa
(Ya Allah, aku rebahkan diriku. Ampunilah
semua dosaku, cacatkanlah setanku, lepaskanlah gadaiku, dan jadikanlah aku
berada pada jajaran malaikat.)
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam
Sunan Abu Dawud no. 5054 dan dihasankan oleh An-Nawawi dalam Al-Adzkar hal. 125 dan Ibnu Hajar dalam Nataaij Al-Afkaar 3: 60.
Apakah harus semua dibaca?
Tidak harus. Akan tetapi, sesekali waktu kita
beralih dari satu doa ke doa yang lain agar kita mengamalkan semua hadis Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama. Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan,
أن العبادات إذا وردت على وجوه متنوعة فإنها
تفعل على هذه الوجوه، على هذه مرة، وعلى هذه مرة
“Ketika suatu ibadah disebutkan dengan beberapa
versi, maka masing-masing dari semua versi di kerjakan secara bergantian.” (Shifatu Shalaatin Nabi, hal. 5)
Beliau rahimahullahu melanjutkan tentang
faidah mengamalkan semua versi yang disebutkan adalah:
Pertama, mengamalkan semua sunah Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallama.
Kedua, menjaga sunah Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallama.
Ketiga, agar tidak menjadi sekedar rutinitas
semata.
Wallahu a’lam
Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.
Artikel: muslim.or.id
© 2023 muslim.or.id
إرسال تعليق